Telepon genggam merupakan media komunikasi yang diciptakan untuk menghubungkan orang melalui suara. Perkembangan ponsel (telepon seluler) kemudian berkembang dari fungsinya yang semula hanya alat komunikasi via suara kemudian menjadi alat komunikasi multifungsi dengan macam-macam fitur di dalamnya.

Smartphone menjadi teknologi terbarukan yang ditandai oleh sistem operasi yang menjalankan ponsel tersebut. Beberapa vendor memiliki sistem operasi sendiri seperti Apple dengan sebutan iOS dan Samsung juga Xiaomi yang menggunakan Android. dimana ponsel dengan tombol tergantikan dengan touch screen dan secara kompleks dapat berarti ponsel yang menyerupai kemampuan komputer dalam hal penggunaan perangkat lunak sistem operasi (OS) yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi ditambah dengan fungsi telpon (maxmanroe.com & wikipedia)

Berikut adalah beberapa merek ponsel china yang sedang naik daun dan mengikuti Samsung dan iPhone secara ketat di belakang.

  • VIVO

Perusahaan Vivo berdiri semenjak tahun 2009 dan memiliki kantor di Dongguan, China. Perusahaan yang dipimpin oleh Shen Wei ini merupakan salah satu dari anak perusahaan BBK Electronics. Perusahaan ini berkembang pesat sejak pertama kali berdiri sehingga pada tahun 2014, mereka sudah melakukan pasar internasional dengan menginjakkan kaki di Thailand lalu disusul di negara lain seperti India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Rusia, Sri Lanka, Pakistan dan negara lainnya.

Vivo di desain dengan kinerja yang tertarget, dimana target utamanya adalah anak-anak muda yang enerjik dan trendi. Vivo menggabungkan eksterior produk, audio yang sangat bekelas, serta pengalaman pengguna yang gesit dan lembut. Tidak heran, Vivo masuk ke jajaran lima besar dari segi pengapalan produk.

Pemasaran Vivo dilakukan tertarget dimana menyasar anak muda sebagai target pasar. Selain itu kerjasamanya dengan pihak-pihak yang telah memiliki nama dan mendapat atensi banyak seperti dalam gelaran piala dunia dan Marvel Studio menjadi faktor suksesnya promosi ponsel ini dikenal.

Berbicara kualitas, Vivo bisa dibilang sebagai vendor yang inovatif dengan menghadirkan fitur dan teknologi yang tidak jarang diikuti oleh vendor lain. Sebut saja teknologi kamera tersembunyi yang bisa ditemui di Vivo V15 untuk pasar Indonesia. Kemudian teknologi sidik jari dalam layar (Under Display Finger) yang bisa terlihat di Vivo V11 Pro. Dalam ketahanan baterai, Vivo memiliki teknologi Dual Engine Fast Charging yang memungkinkan mendapatkan kualitas mendengarkan musik hingga dua jam dengan cukup mengisi daya selama lima menit.

Hidden Camera pada Vivo V15 yang mampu memperbesar gambar hingga 10 kali
  • OPPO

Sejak didirikan tahun 2004, OPPO telah melebarkan sayap ke Thailand, Vietnam, Rusia, America dan Qatar sebelum akhirnya April 2013 memasuki pasar smartphone di Indonesia. Perusahaan yang juga memiliki markas di Dongguan, Guangdong ini adalah salah satu anak perusahaan BBK Electronics, sama seperti Vivo.

Hal ini tidak mengherankan karena OPPO hadir menyesuaikan kebutuhan dan mengikuti jaman. Kebutuhan masyarakat yang gemar dengan selfie di-backup dengan menghadirkan beberapa seri yang mendukung kamera depan juga momen ketika gaming menjadi kecanduan masyarakat didukung dengan fitur dimana pengguna dapat menolak panggilan atau pesan ketika bermain.

Dalam hal pemakaian baterai, OPPO juga memiliki teknologi untuk memudahkan pengguna me-recharge ponselnya dalam waktu singkat. Teknologi ini disebut VOOC Flash Charge. Beberapa sumber mengklaim bahwa kecepatannya memang lebih unggul dibanding pengisian baterai serupa. Walau begitu, OPPO tetap mengembangkan teknologi ini dengan menghadirkan lagi Super VOOC Flash Charge. Sayangnya, teknologi ini tidak terdapat di kelas ponsel harga terjangkau. Di Indonesia

Fitur lain yang menarik dari OPPO adalah timelapse yang berada pada kamera depan. Dengan adanya fitur ini, selfie yang dihasilkan akan lebih terlihat lebih atraktif dan menakjubkan karena mampu mengambil pemandangan di belakang lebih jauh. Tidak lupa double exposure yang akan menggabungkan hasil dua kali jepret untuk menghasilkan gambar yang menawan.

VOOC Flash Charge
  • Xiaomi

Xiaomi merupakan perusahaan smartphone termuda sekaligus tercepat mendapatkan nama dalam pangsa pasar industri ponsel canggih. Hanya perlu waktu setahun bagi Xiaomi sejak didirikan tahun 2010 merajai pasar Tiongkok daratan. Bahkan vendor ini sering kali masuk dalam jajaran lima hingga tiga besar ponsel yang paling banyak digunakan.

Yang menarik dari Xiaomi adalah spesifikasinya yang mendekati iPhone. Fitur backup digital juga hadir dalam spesifikasinya yang disebut Mi cloud. Tidak hanya itu, banyak fitur-fitur bawaan menarik yang hanya ditemukan di Xiaomi seperti dual apps untuk menggandakan aplikasi, second space untuk membuat ruang privasi dan menyembunyikan beberapa item, screenshot dalam format gulir sehingga menghasilkan gambar yang lebih panjang. Juga child mode yang bisa diatur apa saja aplikasi yang dapat diakses anak-anak.

Semua aplikasi tersebut juga ditunjang oleh baterai yang mumpuni dengan kapasitas 3000 mAh yang akan memanjakan pengggunanya tanpa risau kehabisan baterai saat sedang seru menggunakan. Dengan segala kelebihan tersebut, harga yang ditawarkan justru lebih murah dari perkiraan. Sehingga tidak heran Xiaomi dijuluki iPhone china karena keunggulannya yang setingkat dengan iPhone.

Kita bisa mengatur aplikasi apa saja yang bisa diakses dengan mengaktifkan child mode.
  • Huawei

Perusahaan Huawei bisa dibilang perusahaan yang memang sudah punya nama sebelum bergabung di lini produsen smartphone. Huawei didirikan tahun 1987 di Shenzhen, Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok. Saat ini perusahaan teknologi multinasional ini telah menyentuh lebih dari 140 negara dan 45 dari 50 perusahaan operator telekomunikasi melalui produk dan jasa layanan.

Meski kurang begitu dikenal di Indonesia, operator telekomunikasi besar di Indonesia seperti XL, Indosat, dan Telkomsel menggunakan jaringan milik Huawei. Bahkan menghubungkan jaringan Singapura-Malaysia dan Indonesia melalui jaringan kabel bawah laut.

Gaung Huawei pun telah meluas dan dikenal dengan apiknya kamera yang mereka kembangkan dengan menggunakan Leica pada seri P20, P30, Mate 20 Pro. Juga Optical Image Stabilisation (OIS) dan AI Image Stabilisation (AIS), yang berguna meredam getaran saat mengambil video dan 4D Predictive Focus untuk menentukan fokus saat mengambil video.

Keunggulan utama yang dimiliki oleh vendor Huawei adalah tim Research and Developmentnya (R &D) yang sering kali hadir menjadi pelopor dalam teknologi smartphone. Fitur-fitur yang dihadirkan mampu memikat dibanding ponsel lain. Sebut saja teknologi fast charging yang mereka kembangkan dikatakan lebih cepat mengisi dibanding VOOC Flash Charge milik Oppo, yang disebut SuperCharge dengan kemampuannya menampung 70% baterai dalam waktu 30 menit saja.

Inovasi lain dari tim pengembangnya ialah dengan menjadi vendor pertama yang menggunakan AI (Artificial Intelligence) pada prosesornya yang bisa ditemukan di Huawei Mate 10. Prosesor Kirin 970 yang digunakan juga telah dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) untuk menjalankan fungsi dasar dari AI. Kedua fungsi ini akan menghemat baterai. Mengejutkannya, mereka pun masih menjadi pelopor diantara smartphone lain dalam hal kapasitas baterai yang digunakan, 4000 mAh. Dengan adanya kapasitas super besar ini, pengguna dapat memutar video 17 jam nonstop.

Kamera Leica yang diterapkan pada P 30 Pro bisa menggantikan kamera mirrorless untuk sehari-hari.

Melihat dari beragamnya teknologi yang dikembangkan,  bukan tidak mungkin raksasa ketiga dari industri smartphone dari China ini mampu menggeser Samsung dan Apple pada beberapa tahun mendatang. apalagi kedua vendor tersebut seringkali mengalami penurunan persentase penjualan dan pengangkutan.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Rekomendasi TS episode ke-7 Beli Hape Cina? Worth It Gak?

Facebook Comments
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com