5 Kota di Dunia yang jadi percontohan Smart City

Setelah postingan kemarin kita membahas apa itu smart city dan apa saja indikator sehingga suatu kota dapat disebut sebagai smart city, kali ini kita akan membahas 5 kota di Dunia yang dijadikan sebagai percontohan dalam penerapan Smart City.

smart-city1(yourstory)

(Source:Yourstory)

Berikut 5 kota yang telah menjadi percontohan dalam penerapan Smart City:

1. Tokyo dan Yokohama, Jepang

Jepang mampu memunculkan dua kota dalam jajaran 10 smart city terbaik di dunia, yaitu Tokyo dan Yokohama. Tokyo bisa menjadi smart city dikarenakan kekuatan transportasinya. Tokyo dengan jumlah 35 juta penduduknya, pemerintah Jepang membangun Subway dengan peta yang terhubung dengan seluruh tujuan bepergian warganya. Meski tampak rumit secara penggambaran jalur, namun minat masyarakat untuk memilih transportasi umum berupa kereta bawah tanah menjadikan arus lalu lintas lebih teratur dan tertib.
Soal lingkungan hidup, Yokohama dapat dijadikan contoh smart city . Kota dengan jumlah penduduk 3.7 juta jiwa ini memiliki proyek infrastruktur untuk memfasilitasi ‘renewable energies’ dengan skala besar yang mampu mentrasformasi kota menjadi kota yang rendah karbon sambil menjaga dan mengutamakan kenyamanan penduduk.

2. London, Inggris

Kota London memfokuskan gagasan smart city pada tiga hal, seperti jaringan teknologi informasi, trasnportasi, dan lingkungan. Di London memiliki jaringan Wifi  paling besar di bandingkan dengan negara-negara di benua Eropa lainnya. Memiliki jaringan internet yang kuat dan menyeluruh ini dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan transportasi, bisnis, akademik, dan data konsumen. Inovasi berkesinambungan di bidang transportasi ini juga menjadikan London sebagai pendahulu dari sistem Urban Light Transit, yakni sebuah alat canggih dengan desain futuristik yang mampu mengantarkan penumpang dari bandara ke sejumlah pos penerbangan.

Tahun 2015 lalu, London meluncurkan kebijakan penggunaan bahan bakar limbah lemak daging yang didaur ulang. Sehingga berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas udara dan menurunkan emisi karbon CO2.

 

3. New York, Amerika Serikat

Demi mewujudkan gagasan smart city, Amerika Serikat melakukan kerjasama dengan  International Business Machines Corporation (IBM) pada tahun 2009 dengan membuka Business Analytic Solution Center. Melalui pusat analisis ini, warga setempat dapat dengan leluasa mengambil langkah-langkah strategis dalam urusan bisnis. Tidak hanya New York, California merupakan kota dengan proyek nirkabel terbesar di dunia. Jaringan internet dengan akses cepat bisa dinikmati warganya secara gratis. Sementara San Fransisco juga dikenal sebagai kota dengan jaringan Wifi terbanyak di dunia.
Selain karena didukung oleh sumber daya manusia yang sebagian besar berkecimpung di bidang teknologi informasi, investasi, dan warga setempat juga turut mendukung penuh pembangunan infrastruktur penunjang komunikasi dan transportasi.

4. Seoul, Korea Selatan

Kecanggihan teknologi informasi di Korea Selatan semakin mencuat dalam lima tahun belakangan ini. Di kota Seoul terdapat infrastruktur kabel optic terpanjang yang menghubungkan setiap rumah untuk menopang akses internet tercepat dan termurah di dunia. Fasilitas ini pada akhirnya mendorong Korea Selatan sebagai negara dengan akses internet terbesar di dunia.
Di bidang transportasi publik, Seoul memiliki prinsip menyajikan kemudahan dan kenyamanan secara total kepada para penggunanya. Di setiap stasiun Subway dipasang fasilitas Digital View. Seperti halnya alat komunikasi sekelas ponsel, perangkat ini memberikan keleluasaan bagi para pengguna untuk melakukan panggilan domestik secara gratis.
Tidak hanya di Seoul, gagasan smart city juga mulai dirasakan manfaatnya di sebuah distrik bernama Gangnam. Setidaknya 3.500 CCTV dipasang di setiap pelosok dan sudut gedung hingga lorong sempit demi mewujudkan rasa aman kepada setiap warga yang melintas.

5. Copenhagen, Denmark

Kota dengan jumlah penduduk sebesar 1.2 juta jiwa ini memiliki komitmen untuk melakukan penetralan emisi karbon hingga tahun 2025. Oleh karena itu, tak mengagetkan jika berdasarkan data Pemerintah Kota Copenhagen, sekitar 36% penduduk di sana senantiasa bersepeda saat menuju tempat kerja, universitas atau untuk sekedar berekreasi.
Selain dengan membudayakan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, ambisi Copenhagen sebagai kota hijau juga didukung dengan adanya Green Technology, Intelligence Street Lighthing setra pemanfaatan solar panel untuk energi publik.

Sumber :media.iyaa.com

(Ciel027)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.