Apa itu Smart City?

Teman-teman pernah dengar Istilah Smart City? Sudah tahu apa itu Smart City? Kalau belum mari kita bahas apa itu Smart City pada tulisan ini.

Kota cerdas atau Smart City adalah visi pembangunan kota untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan teknologi komunikasi (ICT) dan Internet of things (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota. Aset ini mencakup sistem informasi, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan pasokan air, pengelolaan sampah, penegakan hukum, dan layanan masyarakat setempat. Sebuah Smart City dipromosikan untuk memanfaatkan teknologi informasi di perkotaan.

ICT memungkinkan pejabat kota untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan infrastruktur kota dan untuk memantau apa yang terjadi di kota, bagaimana kota ini berkembang, dan bagaimana meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik, serta memecahkan masalah yang terjadi dalam suatu kota.Masalah di perkotaan tersebut antara lain seperti kemacetan, pengelolaan sampah, keamanan, dan kenyamanan.  Dengan kata lain, Smart City adalah konsep modern yang sekarang digalakkan hampir semua kota di dunia, termasuk Indonesia.

Boyd Cohen, seorang peneliti dan profesor yang mendalami bidang kewirausahaan, keberlanjutan sumber daya, dan kota pintar di Universidad del Desarrollo yang terletak di Santiago, Chile mencetuskan diagram tentang kota pintar. Menurut Cohen ada 6 indikator yang juga disebut dengan konsep atau dimensi dari Smart City. Di antaranya:

sc

 Diagram Pilar Smart City Cohen

  • Smart Governance

Berbentuk pelayanan publik berbasis teknologi untuk memudahkan interaksi pemerintah dengan pemerintah dan pemerintah dengan warga. Pelayanan yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis real time data.

  • Smart Economy

Layanan e-commerce dan e-business yang mendorong tingkat perekonomian masyarakat.

 

  • Smart Mobility

Penerapan sistem cerdas untuk mendukung dan memudahkan layanan transportasi publik, logistik, dan kenyamanan bagi pengendara atau pengguna jalan.

 

  • Smart Environment

Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan, pengendalian polusi, penerapan konsep green building, sistem monitor, dan sebagainya.

 

  • Smart People

Masyarakat yang menjadi lebih cerdas karena mendapatkan kesempatan pendidikan dan pengembangan skill lebih besar dengan menerapkan teknologi dan sistem.

 

  • Smart Living

Pola hidup atau lifestyle yang cerdas, aman, dan sehat untuk kehidupan dan lingkungan yang lebih berkualitas, serta layak huni.

 

Keenam pilar tersebut harus dikembangkan bersama-sama dan seimbang untuk mewujudkan suatu kota pintar. Seperti petunjuk Cohen, mewujudkan smart city harus dengan mencoba melangkah menggunakan modal yang minim dan terukur. Salah satu prinsipnya adalah pick the low hanging fruits. Artinya melakukan langkah yang paling mudah terlebih dahulu, sehingga Smart City dapat terwujud.

 

(Ciel027)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *