Giatnya perubahan menuju Indonesia 4.0 membawa banyak perubahan dan penyesuaian dari berbagai sisi. Penggunaan teknologi kini menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan dalam beraktivitas sehari-hari. Geliat ini pun membuka peluang bisnis di bidang teknologi pada umumnya, salah satunya dengan menjamurnya startup-startup.

#RekomendasiTS11

Tiap tahun pertumbuhan startup semakin banyak menandakan bahwa teknologi menjadi alat utama dalam menyelesaikan masalah. Contoh masalah yang paling sering kita temukan atau mungkin kita alami adalah mengatasi kemalasan, yang dijadikan peluang oleh startup seperti Gojek dan Grab. Startup yanga awalnya mengubah pemesanan ojek menjadi online, yang kemudian merambah bidang pengantaran mulai dari makanan, barang hingga jasa-jasa tertentu. Kemampuan menyelesaikan masalah-masalah inilah dari peluang merupakan salah satu alasan mengapa startup dapat bertahan. 

Tetapi, startup itu, apa sih?

Menurut tata bahasa, startup berasal dari Bahasa Inggris start-up yang merujuk pada perusahaan rintisan yang belum lama berjalan. Perusahaan-perusahaan ini berada dalam tahap pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Awal kemunculannya pada tahun 1998 yang hype dengan masa bubble-dot-com diikuti dengan banyaknya perusahaan yang ramai-ramai melakukan branding dengan memiliki website pribadi. Sejak saat itu pula, kata “startup” mengalami pergeseran makna menjadi perusahaan yang identik dengan dunia teknologi dan aplikasi. 

Di Indonesia sendiri sudah tercatat memiliki kurang lebih 1500 startup lokal dengan 5 startup yang memiliki julukan startup unicorn, diantaranya Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak dan Ovo. Sebagai informasi, startup Unicorn adalah startup yang memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar. Startup Unicorn dianggap sebagai perusahaan yang memiliki ide dan solusi tak biasa yang dapat menjawab permasalahan masyarakat, yang dicetuskan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. 

Karakteristik dari startup dapat dilihat sebagai berikut:

Usia perusahaan
Umumnya perusahaan yang dikategorikan sebagai startup adalah perusahaan yang berjalan kurang dari 3-5 tahun.
Jumlah karyawan minimalis. 
Two cheerful young business people giving high-five while their colleagues looking at them and smiling

Hal ini dikarenakan masih rintisan, beberapa bagian akan tumbuh seiring berjalannya waktu dan kebutuhan perusahaan akan bidang tersebut sehingga jumlah karyawan startup berkisar hanya 30 orang.

Sumber daya manusia multitasking. 

Meski memiliki jumlah karyawan yang sedikit, karyawan yang dipekerjakan pun dianggap memiliki talenta terbaik yang dapat melakukan berbagai pekerjaan demi mencapai kesuksesan. 

Semangat kerja tinggi, 

Poin ini berhubungan pada rentang usia yang biasanya di-hire oleh perusahaan yang berkisar antara 20-35 tahun. Rentang usia ini dinilai mampu beradaptasi dan juga melek akan teknologi. Karakteristik lain dari kategori umur ini adalah semangat kerja tinggi dan bergejolak untuk mewujudkan mimpi.

Umumnya bergerak di bidang teknologi, 

Jaman sekarang, startup memang identik dengan hal berbau teknologi. Hal ini bisa dilihat dengan hadirnya aplikasi yang membantu agar layanan mereka dapat langsung dirasakan konsumennya. 

Website menjadi sarana utama 

Layanan startup kini tidak lagi sebatas layanan customer service melalui telepon karena kebanyakan startup akan memiliki website sebagai media promosi dan juga wajah utama dari perusahaan mereka bagi konsumen. Branding yang baik akan mampu membedakan startup dengan online shop. 

Konsumen startup adalah prioritas 

Sebenarnya tidak ada bisnis yang tidak menjadikan konsumen sebagai prioritasnya karena setiap bisnis berusaha mendapatkan profit, yang sumber utamanya berasal dari konsumen yang menjadi pengguna produk atau jasa. Oleh karena itu, penting untuk setiap perusahaan melakukan riset dan inovasi untuk mengetahui keadaan pasar dan mempertahankan konsumen agar tidak beralih ke pesaing. 

Selain beragam karakteristik yang dimiliki, startup pun berkembang ke dalam berbagai format, sebagai berikut.

  1. Lifestyle Startup
  2. Scalable Startup
  3. Buyable Startup
  4. Social Startup
Facebook Comments