Startup Digital? Let’s Know It!

1

 

Saat ini banyak sekali Startup yang bermunculan di Indonesia. Kebiasaan masyarakat Indonesia sekarang ini lebih menyukai sesuatu yang sifatnya online, maka tak heran banyaknya bermunculan Startup Digital. Tapi apa sih arti Startup itu?

 

Startup itu….

Startup atau dalam bahasa Indonesia “Perusahaan Rintisan” adalah perusahaan yang dirintis dari skala kecil dimana biasanya didirikan oleh seseorang (Single Founder) atau beberapa orang (Co-Founder). Sedangkan Startup Digital sendiri adalah perusahaan kecil berbasis teknologi yang saat ini sudah mulai banyak berkembang dan bahkan beberapa diantaranya telah menjadi perusahaan besar seperti Google, Facebook maupun Reddit.

 

Beda UKM biasa dengan Startup apa ya?

Startup terkenal dengan skalabilitas yang tinggi, maksudnya adalah perusahaan Startup biasanya memiliki pertumbuhan yang pesat dan produknya dapat diproduksi dalam bentuk massal dengan waktu yang singkat. Selain itu Startup juga memiliki proses pengembangan produk yang mungkin hampir bersamaan dengan proses produksinya.

Lain halnya dengan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang cenderung memiliki skalabilitas menengah kebawah. UKM sendiri tentunya tidak bisa memproduksi produknya secara massal dengan waktu yang singkat (Mungkin berbeda untuk perusahaan besar, namun tidak untuk UKM) dan juga proses pengembangan produk dari UKM terbilang tidak mungkin bisa dilakukan bersamaan dengan produksinya jika tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup.

 

Bagaimana Startup Digital berkembang?

Ada 2 jenis Startup Digital, tipe Bootstrap dan tipe Well-Funded.

Startup dengan tipe Bootstrap adalah Startup yang secara murni mengandalkan pendapatan dari produknya sendiri. Untuk mendirikan Startup dengan cara Bootstrap sangatlah sulit pada awalnya. Namun ketika sudah memiliki pendapatan dan pelanggan setia, Startup ini akan mudah berkembang dengan cepat. Jika sudah memiliki bisnis model dan pendapatan yang tetap, Startup Bootstrap akan bisa menarik perhatian investor untuk menanamkan dananya di Startup tersebut untuk dapat berkembang dengan besar.

Sedangkan Startup Well-Funded sejak awal didirikannya telah mendapatkan modal dari investor (Seed Investment). Tidak jarang Startup tipe ini akan meraih sorotan media yang akan membuatnya terkenal secara instan. Jika mampu berkembang dengan baik, Startup ini dapat menjadi perusahaan besar.

Berbeda dengan Startup Bootstrap, Startup Well-Funded biasanya tidak mementingkan pendapatan mereka karena sejak awal telah mendapatkan suntikan dana yang cukup untuk biaya operasional perusahaan. Sayangnya, jika dana mereka telah habis, Startup tipe ini akan berusaha mencari pendanaan lebih banyak dari investor lain untuk biaya operasionalnya. Pada ujungnya, ketika mereka tidak mendapatkan dana tersebut mereka akan gulung tikar karena kehabisan dana.

 

Apa saja tipe investasi yang diperoleh dari Startup?

Ada beberapa Stage atau tahap investasi yang biasanya dilalui/didapatkan oleh sebuah Startup:

 

  1. Early/Seed Fund

Merupakan tahap awal dari Startup dimana pendanaan yang biasa diberikan yaitu sekitar $5.000 sampai $500.000.

 

  1. Series A

Funding untuk tahap ini diberikan oleh Angel Investor atau Venture Capital dengan pendanaan sekitar $1.000.000 – $20.000.000.

 

  1. Series B

Funding tahap ini kebanyakan diberikan oleh Venture Capital dengan pendanaan sekitar $20.000.000 – $100.000.000.

 

  1. Series C

Funding tahap ini diberikan oleh gabungan Venture Capitalis dengan pendanaan sekitar $100.000.000 – $350.000.000.

 

  1. IPO (Initial Public Offering)

Tahap ini merupakan final dari sebuah Startup dimana Startup menjual saham mereka secara publik di Bursa Efek.

 

Jenis Startup Digital apa aja, sih?

Seperti yang dijelaskan diatas, Startup merupakan perusahaan rintisan, jadi dapat berbasiskan apa saja. Tapi untuk jenis Startup Digital sendiri biasanya terdiri dari Software, Hardware dan Internet.

Startup Digital yang berbasiskan software biasanya memproduksi piranti lunak sebagai produk utamanya. Contohnya adalah MongoDB, Github, Elastic Search dan Atlassian. Untuk contoh Startup yang berbasiskan hardware adalah Ouya, Leap Motion dan Maker Bot. Sementara itu Startup yang berbasiskan internet sangat mudah ditemukan, contohnya seperti Path, Twitter dan Foursquare.

 

Tertarik nih mendirikan Startup. Tapi apa saya harus jadi seorang Programmer dulu?

Sebenarnya tidak perlu, tapi karena jenis Startup yang sering dilirik oleh investor adalah Startup yang berbasiskan teknologi. Setidaknya founder atau pendiri Startup memiliki kemampuan dalam bidang teknologi, atau setidaknya memiliki partner/Co-Founder yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi.

 

Saya/Partner saya sudah memiliki skill dalam bidang teknologi, terus gimana saya bisa mendapat pendanaan untuk Startup kami?

Mendapat pendanaan dari Investor sangatlah sulit, terlebih jika belum memiliki ide Startup yang akan diwujudkan. Pertama cari dulu ide Startup yang ingin diciptakan, setelah itu kembangkan ide tersebut menjadi kenyataan. Tapi tidak menjamin loh, walaupun idenya sangat bagus, implementasinya sangat bagus, langsung mendapat pendanaan dari Investor, karena biasanya mereka akan melihat dulu karakter anda dan Founding tim anda serta masa depan dari Startup anda sebelum memutuskan memberikan anda pendanaan untuk mengelola Startup anda.

 

Oh.. begitu, ya? Ada tips agar cepat mendapatkan uang dari Startup yang saya dirikan?

Mudah saja. Berusaha terus dan ciptakan/kembangkan ide Startup anda terus menerus. Yang penting berusaha dan percaya terhadap mimpi anda.

 

Oh iya, sebelum itu, Startup juga perlu ijin usaha karena Menkominfo telah mewajibkan para pelaku Startup untuk meregistrasikan usahanya. Ijin usaha sebenarnya sangat mudah didapatkan, kok. Setelah perusahaan berdiri, perusahaan juga harus bayar pajak.

Gimana? Berminat mendirikan Startup?

 

Sumber : Kaskus (Dengan Sedikit Perubahan Bahasa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *